Pahlawan Bidang Kesehatan di Indonesia

Para pahlawan adalah orang-orang yang memiliki pelayanan yang baik untuk negara dan bangsa. Definisi pahlawan bukan hanya mereka yang memerangi penjajah, tetapi juga mereka yang telah berinovasi dan berubah untuk banyak orang di semua bidang, termasuk kesehatan. Karena Seperti yang kita ketahui, kesehatan adalah aspek penting dalam membangun bangsa.

Pada kesempatan Hari Pahlawan di Nah, mari kita belajar lebih banyak tentang para pahlawan di Indonesia yang telah berkontribusi pada pengembangan sektor kesehatan di Indonesia. Nah, ini adalah angka paling kredibel di sektor kesehatan di Indonesia yang perlu Anda ketahui dan tiru!

Gerrit A. Siwabessy

Nama pertama yang disebut sebagai pahlawan di sektor kesehatan di Indonesia adalah Prof. dr. Gerrit A. Siwabessy. Ia dilahirkan pada 19 Agustus 1914 di Desa Ullath, Pulau Saparua. Dia lulus dari NIAS Medical School di Surabaya dan kemudian bekerja sampai 1945 di rumah sakit Siampang di Surabaya di departemen radiologi.

Dia diketahui hampir mati akibat penganiayaan selama pendudukan Jepang. Dia juga berperang dalam pertempuran Surabaya melawan Inggris dan Belanda dalam upaya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pada 1949 ia melanjutkan studinya di Inggris, di mana ia belajar radiologi dan kedokteran nuklir di London University.

Di rumah ia ditunjuk sebagai kepala departemen radiologi RSCM. Dia kemudian memelopori pembinaan radiologi dengan mendirikan Sekolah Asisten Radiologi di RSCM, melatih spesialis paru-paru, mengatur dan mempromosikan kegiatan radiologi klinis di rumah sakit pemerintah dan swasta. Ia juga memainkan peran penting dalam mendirikan Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) pada tahun 1954. Pada tahun 1956 ia juga diinisiasi sebagai profesor radiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan memimpin tim medis kepresidenan. Tidak hanya itu, ia juga dipercaya sebagai Menteri Kesehatan selama dua periode.

Abdulrachman Saleh

Dia adalah salah satu tokoh heroik di Indonesia karena dia telah ditunjuk sebagai bapak fisiologi (fisiologi) sejak tahun 1958. Lulus dari HIS (Hollandsch Inlandsche School), MULO (Pendidikan Dasar Lebih Lanjut), AMS (Sekolah Menengah Umum), STOVIA (Sekolah Tot Hollandsch), Pelatihan MULO (Pendidikan Dasar Lebih Lanjut), AMS (Sekolah Menengah STUG), dan juga dokter yang berperan dalam mendirikan Radio Republik Indonesia untuk menyiarkan berita tentang kemerdekaan Indonesia di seluruh dunia.

Sardjito

Dia adalah Kanselir pertama Universitas Gadjah Mada dan pantas disebut pahlawan karena memelopori kelahiran Palang Merah Indonesia. Sardjito juga disebut-sebut sebagai salah satu lulusan STOVIA terbaik pada tahun 1915. Bahkan selama perang ia berusaha keras untuk memastikan bahwa ketersediaan obat-obatan dan vitamin untuk prajurit atau prajurit Indonesia selalu tercapai dengan baik. Dia bahkan sempat mendirikan posisi kesehatan tentara di Yogyakarta dan sekitarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *